Manifestasi Klinis Pedikulosis Kapitis


https://www.ilmukesehatan.com/keperawatanInfeksi Kutu

Infestasi kulit mengenai segala usia. Ada tiga varietas kutu yang menjangkiti manusia yaitu : pediculus humanus capitis (tuma atau kutu kepala); pediculus humanus  corporis (kutu badan) dan phthirus pubis (kutu kemaluan).

 

Kutu merupakan ektoparasit karena hidup pada bagian  luar tubuh hospesnya. Kutu tersebut bergantung nutrisinya pada hospes dengan mengisap darah manusia kurang-lebih lima kali sehari. Kutu manusia menyuntikan getah pencernaan dan ekskretanya ke dalam kulit yang menimbulkan rasa gatal yang hebat.


BACA JUGA:  Penyebab Anak Mengalami Masalah Kegemukan

Pedikulosis kapitis

Pedikulosis kapitis merupakan infestasi kutu kepala atau tuma  yang disebut pediculus humanus capitis pada kulit kepala. Tuma betina akan meletakan telur-telurnya (nits) di dekat kulit kepala.

Telur ini akan melekat erat pada  batang rambut dengan suatu substansi yang liat. Telur akan menetas menjadi tuma muda dalam waktu sekitar 10 hari  dan mencapai maturitasnya dalam tempo 2 minggu.

Manifestasi klinis

BACA JUGA:  Pendidikan Pasien dan Perawatan Di Rumah Pasien Face Lift

Tuma paling sering ditemukan disepanjang bagian posterior kepala dan belakang telinga sebagai benda yang berbentuk oval, mengkilap dan berwarna perak yang sulit dilepas dari rambut.

Gigitan serangga ini  menyebabkan rasa gatal yang hebat dan garukan yang dilakukan untuk menghilangkan gatal sering menimbulkan infeksi bakteri sekunder seperti impetigo serta furunkulosis.

Infestasi tuma lebih sering pada anak-anak dan orang dengan rambut yang panjang. Tuma dapat ditularkan langsung lewat  kontak fisik atau tidak langsung lewat sisir, sikat rambut , wig , topi dan perangkat tempat tidur (bantal, seprei dll) yang terinfeksi oleh tuma.