Pemasangan Alat Pacu Jantung Permanen


Pacu jantung permanen adalah suatu alat medis yang ditanam dalam tubuh pasien.

Pacu jantung berupa kawat yang ditanam dalam suatu ruang jantung melalui pembuluh darah balik yang dihubungkan dengan alat pacu jantung (generator), yang dimana generator tersebut ditanam dibawah kulit/otot

 

Tipe Pacu Jantung Permanen

  1. single-chamber pace maker : Tipe ini kawat pacing hanya ada satu yang akan ditempatkan di salah satu ruang jantung yaitu bilik atau serambi.
  2. Dual-Chamber Pacemaker : Tipe ini kawat pacing yang akan ditempatkan ada dua, satu ditempatkan di bilik dan satu di serambi.
BACA:  Migren: Bukan Sembarang Sakit Kepala

Indikasi Pemasangan


  • Penyakit Nodus SA
  • Blok AV
  • AF Permanen
  • Blok AV Intermiten/Paroksismal (termasuk AF SVR)
  • Reflex sinkop asistolik
  • Asymptomatic pauses (sinus arrest or AV block)

Indikasi Pemasangan

  • Mudah Lelah
  • Pusing
  • Pingsan
  • Rasa hampir pingsan
  • Kepala terasa ringan
  • Berdebar-debar (denyutan tidak beraturan)
  • Sulit konsentrasi
  • Sering lupa
  • Sesak napas
  • Kapasitas aktivitas berkurang

Yang Perlu Diperhatikan Setelah Pemasangan

  • Jangan mengangkat lengan dan bahu pada lengan hingga 3 bulan pertama.
  • Tidak melakukan pekerjaan dengan beban berat (seperti mengangkat beban berat).
  • Membawa kartu alat pacu jantung saat ke tempat umum (contoh di bandara dan mall yang menggunakan alat detektor).
  • Melakukan kontrol lanjutan ke dokter jantung untuk memastikan kondisi alat  baik atau tidak dan untuk melihat  fungsi alat pacu jantung, masa pakai baterai, dan adanya irama jantung yang tidak normal (kunjungan pertama dalam 1 bulan, kunjungan selanjutnya 6-12 bulan berikutnya).
  • Berhati-hati pada alat-alat kesehatan seperti MRI, CT Scan, terapi radiasi kanker, penggunaan elekrokauter, terapi litotripsi (tergantung tipe alat pacu jantung).
  • Berhati-hati pada alat yang dapat menghasilkan energi, seperti alat las dan alat generator (tergantung tipe alat pacu jantung).