Penatalaksanaan Kehilangan Cairan dan Syok Pasien Luka Bakar


https://www.ilmukesehatan.com/keperawatanPemindahan ke Unit Luka Bakar

Dalam dan luasnya luka bakar perlu dipertimbangkan dalam menentukan apakah pasien harus dipindahkan ke unit atau rumah sakit khusus luka bakar.

 

Bagan 55-1 memuat daftar criteria yang dikeluarkan oleh perhimpunan Luka Bakar Amerika untuk rujukan ke rumah sakit khusus luka bakar setelah dilakukan pengkajian dan penatalaksanaan pendahuluan.


Jika pasien akan dipindahkan ke unit atau rumah sakit khusus luka bakar, tindakan berikut ini harus dilakukan sebelum pemindahan pasien: selang infuse harus terpasang dengan kecepatan tetesan yang diperlukan untuk menghasilkan haluaran urin sedikitnya 30 ml per jam; saluran napas yang paten (lapang) dipastikan; terapi yang adekuat untuk meredakan nyeri dilakukan; dan sirkulasi perifer yang memadai dihasilkan pada setiap ekstremitas yang terbatas.

BACA JUGA:  Intervesi Keperawatan Dalam Memulihkan dan Mencegah Infeksi Luka Bakar

Luka ditutup dengan balutan steril yang kering, dan kenyamanan serta kehangatan tubuh pasien harus dijaga. Penilaian serta penanganan pasien dicatat, dan informasi ini harus disampaikan kepada petugas unit luka bakar.

Penatalaksanaan Kehilangan Cairan dan Syok

Setelah menangani kesulitan pernapasan, kebutuhan yang paling mendesak adalah mencegah terjadinya syok ireversibel dengan menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.

Selang infus dan kateter urin harus sudah terpasang pada tempatnya sebelum resusitasi cairan dimulai. Hasil pengukuran berat badan dan tes laboratorium juga dicatat.

BACA JUGA:  Perawatan Pasien Luka Bakar

Semua parameter ini harus dipantau dengan ketat dalam periode segera sesudah terjadinya luka bakar (periode resusitasi).