Bagaimana bidan menangani kelemahan his primer maupun sekunder di tengah masyarakat?
Jangan Lewatkan:
Dalam menghadapi persalinan, bidan melakukan observasi yang meliputi his (H), kortonen (C), lingkaran Bandle (B), dan penurunan (P) yang sangat penting sehingga terjadinya perubahan yang dapat merugikan menjadi titik awal evaluasi untuk menetapkan sikap menyelesaikan persalinan.
Dengan anjuran untuk melakukan pertolongan persalinan memakai partograf WHO, diharapkan penderita dapat dikirim saat mencapai garis waspada sehingga keadaan janin dan ibu tiba dirumah sakit yang mempunyai fasilitas dalam keadaan optimal.
Metode partograf tersebut diharapkan dapat memperkecil kejadian persalinan kesep (terlantar) yang mempunyai angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada ibu maupun janin.
Dengan dasar itu diharapkan bidan didesa dapat meningkatkan pertolongan persalinan dengan partograf WHO, melakukan observasi, melakukan evaluasi, dan selanjutnya meningkatkan usaha untuk melakukan rujukan.